Teknik Kultur Jaringan/In Vitro
oleh : Bu Nanan
oleh : Bu Nanan
Teknik kultur jaringan (invitro) adalah salah satu teknik
dalam bioteknologi pada level rekayasa sel dan jaringan dimana bagian tanaman
diisolasi dan dipelihara pada medium buatan secara aseptik.
Jika komposisi mediumnya tepat, maka sel tumbuhan akan
terus membelah dan berdiferensiasi menjadi tumbuhan utuh melalui organogenesis
dan embryogenesis somatik.
Terdapat
dua teori yang mendukung teknik kultur jaringan pada tanaman yaitu
:
Teori
sel schwan dan schleiden (1838-1839) : setiap individu mempunyai
sel yang memiliki informasi genetis yang
sama.
Teori
totipotensi sel : Sel tanaman mempunyai kemampuan regenerasi
yang tinggi
1902 : G haberlant mengisolasi jaringan pada tanaman yang
pertama kali.
1934 : White berhasil mengkultur akar tomat
1938-1939 : Geuthreret berhasil mengisolasi jaringan pada
tanaman
1954 : Muir membuktikan teori totipotensi sel melalui
regenerasi sel tunggal yang membentuk individu baru yang utuh
1957 : Skoog mengungkapkan bahwa rasio auksin dan
sitokinin mempengaruhi pembentukan pucuk, akar, kalus, tembakau.
Terminologi
Kultur In Vitro
Kultur embrio, organ, polen, ovul, jaringan/kalus, sel,
fusi protoplas.
Faktor
penentu keberhasilan kultur invitro
Sumber
eksplan : pada bagian tumbuhan yang hidup dan sehat. Akan
optimal jika mempunyai banyak sel meristem dan tidak banyak mikroorganisme yang
tinggal didalamnya. Seperti pucuk.
Komposisi
medium : komposisi medium yang tepat akan membuat tanaman lebih
optimal tumbuhnya. Makronutrien, mikronutrien, zat pengatur tumbuh, dan
suplemen organik. Makronutrien (>100ppm) : CHOPKINSCaFeMg. Mikronutrien
(<100ppm) sisanya. Suplemen organik :
Asam amino, karbohidrat yang ditransportasikan melalui floem. Kadang perlu antibiotic
untuk seleksi klon dan mensterilkan medium. ZPT : auksin, sitokinin, giberelin,
asam absisat, etilen, inhibitor pertumbuhan.
Kondisi
fisik : seperti cahaya, suhu, dsb.
Kondisi
steril : aseptik.
Dilaboratorium perlu, ruang kultur, transfer, dan LAF.
Teori
Skoog
Telah disebutkan bahwa, rasio auksi dan sitokinin
memperngaruhi pertumbuhan pucuk, akar, talus tembakau.
Pada rasio x dan y tertentu, tumbuhan akan cenderung
membentuk kalus, akar, atau pucuk.
Metode
LAF : mengisolasi jaringan tanaman à
Ruang kultur : mengkulturkan hasil isolasi tadi pada gelas
kaca/botol yang telah terisi medium di simpan dalam ruangan yang diatur suhu,
keembapan, cahaya.
Ruang transfer : ketika hasil isolasi sudah besar dan
harus dipindahkan, memindahkan hasil isolasi harus diruangan khusus. à
Rumah kaca : tanaman yang udah bisa di simpan di luar
tidak perlu aseptik à
Kebun : Ketika tanaman udah bisa tumbuh dengan sendirinya
dengan penyesuaian terhadap alam.
Biasanya tumbuhan hasil kultur jaringan itu lebih tahan
terhadap hama/penyakit lainnya.
Teknik kultur invitro dalam bioteknologi tumbuhan
Tujuan :
1. Meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit/
hama dan kondisi ekstrim meliputi, salinitas, keasaman, kekeringan.
2. Meningkatkan produksi metabolit sekunder
3. Menghasilkan sibrida atau hibrida dari fusi protoplas.
4. Memproduksi bibit secara mikropropagasi
5. Menghasilkan bibit tanaman yang bebas virus
6. Penyelamatan embrio
7. Menghasilkan tanaman transgenic.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar