Minggu, 12 Maret 2017

Teknik Kultur Jaringan/In Vitro

Teknik Kultur Jaringan/In Vitro
 oleh : Bu Nanan

Teknik kultur jaringan (invitro) adalah salah satu teknik dalam bioteknologi pada level rekayasa sel dan jaringan dimana bagian tanaman diisolasi dan dipelihara pada medium buatan secara aseptik.
Jika komposisi mediumnya tepat, maka sel tumbuhan akan terus membelah dan berdiferensiasi menjadi tumbuhan utuh melalui organogenesis dan embryogenesis somatik.

Terdapat dua teori yang mendukung teknik kultur jaringan pada tanaman yaitu :
Teori sel schwan dan schleiden (1838-1839) : setiap individu mempunyai sel yang  memiliki informasi genetis yang sama.
Teori totipotensi sel : Sel tanaman mempunyai kemampuan regenerasi yang tinggi

Perkembangan kultur jaringan
1902 : G haberlant mengisolasi jaringan pada tanaman yang pertama kali.
1934 : White berhasil mengkultur akar tomat
1938-1939 : Geuthreret berhasil mengisolasi jaringan pada tanaman
1954 : Muir membuktikan teori totipotensi sel melalui regenerasi sel tunggal yang membentuk individu baru yang utuh
1957 : Skoog mengungkapkan bahwa rasio auksin dan sitokinin mempengaruhi pembentukan pucuk, akar, kalus, tembakau.

Terminologi Kultur In Vitro
Kultur embrio, organ, polen, ovul, jaringan/kalus, sel, fusi protoplas.

Faktor penentu keberhasilan kultur invitro

Sumber eksplan : pada bagian tumbuhan yang hidup dan sehat. Akan optimal jika mempunyai banyak sel meristem dan tidak banyak mikroorganisme yang tinggal didalamnya. Seperti pucuk.

Komposisi medium : komposisi medium yang tepat akan membuat tanaman lebih optimal tumbuhnya. Makronutrien, mikronutrien, zat pengatur tumbuh, dan suplemen organik. Makronutrien (>100ppm) : CHOPKINSCaFeMg. Mikronutrien (<100ppm) sisanya.  Suplemen organik : Asam amino, karbohidrat yang ditransportasikan melalui floem. Kadang perlu antibiotic untuk seleksi klon dan mensterilkan medium. ZPT : auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, etilen, inhibitor pertumbuhan.

Kondisi fisik : seperti cahaya, suhu, dsb.

Kondisi steril : aseptik.
Dilaboratorium perlu, ruang kultur, transfer, dan LAF.

Teori Skoog
Telah disebutkan bahwa, rasio auksi dan sitokinin memperngaruhi pertumbuhan pucuk, akar, talus tembakau. 


Pada rasio x dan y tertentu, tumbuhan akan cenderung membentuk kalus, akar, atau pucuk.

Metode
LAF : mengisolasi jaringan tanaman à
Ruang kultur : mengkulturkan hasil isolasi tadi pada gelas kaca/botol yang telah terisi medium di simpan dalam ruangan yang diatur suhu, keembapan, cahaya.
Ruang transfer : ketika hasil isolasi sudah besar dan harus dipindahkan, memindahkan hasil isolasi harus diruangan khusus. à
Rumah kaca : tanaman yang udah bisa di simpan di luar tidak perlu aseptik à
Kebun : Ketika tanaman udah bisa tumbuh dengan sendirinya dengan penyesuaian terhadap alam.

Biasanya tumbuhan hasil kultur jaringan itu lebih tahan terhadap hama/penyakit lainnya.

Teknik kultur invitro dalam bioteknologi tumbuhan
Tujuan :
1. Meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit/ hama dan kondisi ekstrim meliputi, salinitas, keasaman, kekeringan.
2. Meningkatkan produksi metabolit sekunder
3. Menghasilkan sibrida atau hibrida dari fusi protoplas.
4. Memproduksi bibit secara mikropropagasi
5. Menghasilkan bibit tanaman yang bebas virus
6. Penyelamatan embrio
7. Menghasilkan tanaman transgenic.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar