BIOTEKNOLOGI TUMBUHAN DALAM BIOINDUSTRI
Oleh : Bu Nanan
Apa
yang dimaksud dengan Bioteknologi?
Bioteknologi adalah
teknologi untuk memanipulasi sistem hidup dengan cara merekayasa biosistem
mulai dari level sel, jaringan, organ, embrio pada kondisi terkendali dan
alamiah.
Objeknya
hidup, manipulasinya permanen dan stabil, tujuannya untuk meningkatkan
produktifitas dan kualitas sistem hidup dengan cara mengendalikan aktivitas
fisiologisnya. Agar lebih efektif dan efisien pengendaliannya dilakukan pada
sistem buatan dengan kondisi terkendali.
Pendekatan molekuler juga
dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas fisiologisnya seperti pada teknik
kultur jaringan/kultur invitro. Teknik ini tidak hanya focus pada bioteknologi
tp biokimia, genetika molekuler, dan lainnya juga diperlukan.
Berdasarkan
level sistem, manipulasi dapat dilakukan dengan tiga
pendekatan, meliputi :
1. Rekayasa sel dan jaringan : mencakup manipulasi
yang dilakukan pada induksi variasi somaklonal dan mikropropagasi.
2. Rekayasa metabolism : mencakup manipulasi yang
dilakukan pada proses biokimia yang ada pada sel dan jaringan yang berhubungan
dengan biosintesis metabolit sekunder.
3. Rekayasa biomolekuler : mencakup manipulasi yang
dilakukan pada level biomolekuler meliputi protein, enzim, hingga genetika (RNA
dan DNA)nya.
Sejarah
bioteknologi
Awal mulanya hanya pada
level sel dan jaringan dengan teknik kultur invitro, lalu teknik kultur invitro
beregenerasi menjadi mikropropagasi. MIkropropagasi merupakan stategi awal
untuk menjamin adanya tumbuhan utuh pada proses perekayasaan. Hasil dari
rekayasa ini, somaklon yang bervariasi secara genotip maupun fenotip. Untuk
mencapai hasil yang optimal, somaklon di seleksi secara invitro melalui seleksi
variasi somaklonal. Barulah muncul manipulasi metabolism secara invitro lalu biomolekuler
dengan memanipulasi enzim yang berperan pada proses metabolisme. Adanya
genetika molekuler memungkinkan manipulasi pada level DNA/RNA yang berperan
dalam proses biosintesis protein dan enzim. Melalui manipulasi tersebut,
kualitas tumbuhan dapat ditingkatkan secara genetis.
Bioteknologi
vs bioengineering
Berdasarkan objek yang dimanipulasi :
Bioteknologi (Agen
hayati/biosistem) sementara bioengineering (lingkungan sistem produksi dimana
memanipulasi sistem produksi untuk memproduksi bioproduk atau produk berbasis
sistem hayati)
Bioengineering
Tujuan : Agen hayati dari
bioteknolgi discaling up, agar dapat diproduksi masal pada level industri. Agen
hayati bioteknologi ini sebagai produsen bioindustri, jadi bioengineer harus
paham bioteknologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar