Minggu, 12 Maret 2017

BIOTEKNOLOGI TUMBUHAN DALAM BIOINDUSTRI



BIOTEKNOLOGI TUMBUHAN DALAM BIOINDUSTRI
Oleh : Bu Nanan

Apa yang dimaksud dengan Bioteknologi?
Bioteknologi adalah teknologi untuk memanipulasi sistem hidup dengan cara merekayasa biosistem mulai dari level sel, jaringan, organ, embrio pada kondisi terkendali dan alamiah.
Objeknya hidup, manipulasinya permanen dan stabil, tujuannya untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas sistem hidup dengan cara mengendalikan aktivitas fisiologisnya. Agar lebih efektif dan efisien pengendaliannya dilakukan pada sistem buatan dengan kondisi terkendali.
Pendekatan molekuler juga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas fisiologisnya seperti pada teknik kultur jaringan/kultur invitro. Teknik ini tidak hanya focus pada bioteknologi tp biokimia, genetika molekuler, dan lainnya juga diperlukan.

Berdasarkan level sistem, manipulasi dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, meliputi :
1. Rekayasa sel dan jaringan : mencakup manipulasi yang dilakukan pada induksi variasi somaklonal dan mikropropagasi.
2. Rekayasa metabolism : mencakup manipulasi yang dilakukan pada proses biokimia yang ada pada sel dan jaringan yang berhubungan dengan biosintesis metabolit sekunder.
3. Rekayasa biomolekuler : mencakup manipulasi yang dilakukan pada level biomolekuler meliputi protein, enzim, hingga genetika (RNA dan DNA)nya.
Sejarah bioteknologi
Awal mulanya hanya pada level sel dan jaringan dengan teknik kultur invitro, lalu teknik kultur invitro beregenerasi menjadi mikropropagasi. MIkropropagasi merupakan stategi awal untuk menjamin adanya tumbuhan utuh pada proses perekayasaan. Hasil dari rekayasa ini, somaklon yang bervariasi secara genotip maupun fenotip. Untuk mencapai hasil yang optimal, somaklon di seleksi secara invitro melalui seleksi variasi somaklonal. Barulah muncul manipulasi metabolism secara invitro lalu biomolekuler dengan memanipulasi enzim yang berperan pada proses metabolisme. Adanya genetika molekuler memungkinkan manipulasi pada level DNA/RNA yang berperan dalam proses biosintesis protein dan enzim. Melalui manipulasi tersebut, kualitas tumbuhan dapat ditingkatkan secara genetis.
Bioteknologi vs bioengineering
Berdasarkan objek yang dimanipulasi :
Bioteknologi (Agen hayati/biosistem) sementara bioengineering (lingkungan sistem produksi dimana memanipulasi sistem produksi untuk memproduksi bioproduk atau produk berbasis sistem hayati)
Bioengineering
Tujuan : Agen hayati dari bioteknolgi discaling up, agar dapat diproduksi masal pada level industri. Agen hayati bioteknologi ini sebagai produsen bioindustri, jadi bioengineer harus paham bioteknologi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar